ads

Wednesday, October 19, 2011

Kritikan dan Hinaan dari Pendengki Bioenergicenter



Sesungguhnya, Syaiful M. Maghsri akan mendapatkan pahala dikarenakan kesabarannya menghadapi kritikan dan hinaan terhadap BioenergiCenter itu. Dan kritikan pendengki itu, pada dasarnya pertanda bahwa Syaiful M. Maghsri memiliki harga dan derajat. Sebab, manusia tak akan pernah menendang bangkai anjing dan orang-orang yang tak berharga pastilah tak akan pernah menjadi sasaran pendengki. Artinya, manakala kritikan yang Syaiful M. Maghsri terima semakin pedas, maka tinggi pula harga Syaiful M. Maghsri.
Seorang penyair mengatakan, "Niscaya terhadap oarang-orang mulia itu selalu ada yang mendengki dan tak kan kau jumpai orang-orang yang hina itu didengki."
Zuher mngatakan, "Mereka selalu didengki karena nikmat yang mereka miliki, padahal Allah tak akan mencabut apa yang mereka dengkikan itu."

Seorang penyair lain berkata, "Mereka tetap benci padaku meski aku telah mati, sungguh aneh diriku; kematianku pun mereka dengkikan."

Penyair yang lain berkata, "Aku mengeluh karena kezaliman pemfitnah, dan tidaklah engkau dapatkan manusia yang punya kemuliaan melainkan akan selalu diterpa kedengkian. Bila engkau manusia yang mulia, maka engkau kan selalu didengki. Namun kala kau miskin tak berharga, mana mungkin ada yang mendengki."
Penyair lain berkata, "Jika seorang berhasil menggapai langit tingkat kemuliaan maka musuhnya adalah bintang-bintang di langit kebencian. Ia akan dilempar dengan busur-busur atas semua kebesarannya meski apa yang mereka lakukan tidak akan sampai sasaran."

Syahdan, ketika Nabi Musa a.s memohon kepada Allah agar Dia menghentikan kejahatan mulut kaumnya, Allah berfirman, “Wahai Musa, Aku tidak lakukan itu untuk diri-Ku. Aku mencipta- kan dan memberi mereka rezeki, namun mereka justru mencela dan mengejek-Ku.”

Dalam sebuah hadist diriwayatkan bahwa Rasullah bersabda, “Allah berfirman : “Anak Adam mencerca dan menghina-Ku padahal tidak seharusnya ini ia lakukan. Adapun cercaannya kepada-Ku adalah bahwa dia mencerca zaman, padahal Akulah zaman. Aku bolak-balikkan malam malam dan siang sekehendak-Ku. Sedangkan hinaanya kepada-Ku adalah ia mengatakan bahwa Aku memiliki sahabat wanita dan anak , padahal Aku tidak memiliki sahabat wanita dan anak.”

Anda tidak akan pernah dapat membungkam mulut manusia untuk tidak melakukan pelecehan terhadap kehormatan Anda. Meski demikian, Anda dapat melakukan kebaikkan dan menghindari perkataan dan kritikan mereka.

Seorang penyair berkata, “Aku berjumpa denghan orang bodoh yang mencelaku
Kutinggalkan ia seraya berkata. “aku tidak peduli’.”

Penyair lain berkata, “Jika orang bodoh bicara, jangan kau timpali sebab sebaik-baiknya jawaban baginya adalah diam seribu bahasa.”

Meski demikian, tak ada salahnya bila orang-orang yang bodoh itu sesekali dilawandan ditantang. Atau katakan saja pada mereka, Jika kebaikkan yang tampak pada perbuatanku adalah- dosa-dosa maka katakanlah kepadaku, bagaimana aku harus minta maaf.
Pada umumnya, orang-orang yang kaya senantiasa dibayangi kegelisahan. Bahkan, ketika harga saham mereka tiba-tiba naik pun, mereka akan tetap gelisah karena cemas dengan nasib saham mereka yang mungkin saja besok kan menurun.
Allah berfirman, “Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela. Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya. Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia akan dilempar ke neraka Huthamah. (QS. Al-Humazah: 1-4)

Seorang sastrawan Barat mengatakan, “Lakukan apa yang kau pandang benar, dan palingkan punggungmu dari semua kritikan yang tak berharga.”

Ada beberapa hal yang perlu Anda renungkan dan Anda coba:
Jangan pernah membalas cercaan atau olok-olok yang melukai hati Anda! Karena, kesabaranmu dalam menghadapi semua itulah yang akan dengan sendirinya menguburkan semua kehinaan. Kesabaran adalah sumber kemuliaan, diam adalah sumber kekuatan untuk mengalahkan musuh, dan memaafkan adalah sumber dan tenaga untuk mencapai pahala dan kemuliaan.


Ingat, separoh dari orang yang pernah mencerca atau mengkritik Anda itu kan melupakan cercaan mereka, sepertiganya tidak sadar dengan apa yang mereka lontarkan, dan selebihnya tidak akan mengerti apa dan mengapa mereka mencerca Anda. Maka dari itu, jangan pernah cercaan mereka kau masukkan dalam hati dan jangan pula berusaha untuk membalas apa yang mereka katakan itu.

Seorang bijak bestari berkata, “Orang-orang akan sibuk menggunjingku manakala jatah roti mereka berkurang dari jatahku. Dan jika tak ada seorang pun dari mereka yang kehausan, maka mereka tak akan pernah mengusik kematianku dan kematianmu.”

Rumah yang senantiasa tenteram meskipun hanya ada sepotong roti di dalamnya, adalah lebih baik dari sebuah rumah yang penuh dengan makanan lezat tetapi tak pernah lekang dari kegaduhan dan sumpah serapah.

No comments:

Post a Comment